Fathi Yazid Attamimi
25 Agustus 2015
----------------------------------------------------------
Di Suriah
Kehilangan terjadi berkali-kali dalam rentang waktu yang cepat
Tak ada waktu untuk menangis berlama-lama
Bahkan saking cepatnya semua menjadi biasa
Ini rasa yang aneh untuk dirasa
Bagaimana bisa pagi hari saya kehilangan seorang kawan
Menangis
Lalu siangnya seorang lagi pergi
Apa harus saya menangis lagi ?
Padahal kesedihan pada kehilangan yang pertama masih melukai
Iya kalau satu kali
Bagaimana kalau dua kali ?
Tiga kali ? Bahkan empat kali ?
Dan semua dalam waktu satu minggu !
Saya merasa macam sedang dibanting
Dinjak-injak
Lalu dibanting lagi
Lalu diinjak-injak lagi !
Tapi dengan itu berbarengan ada batas ketabahan yang meningkat
Sekaligus ketabahan yang meluruh
Menurun
Hingga kecengengan saya kembali pada jalur yang benar
Yang bukan sekedar cengeng
Tapi cengeng yang benar
Cengeng yang ditempatkan sesuai fitrahnya
Yang sedih sedikit tapi bergembira banyak atas kematian seorang mujahid
Karena bagaimana bisa kita bersedih untuk kebahagiaan seorang syahid ?
Ya
Kebahagiaan seorang syahid
Sebagaimana Allah Firman kan :
وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا ۚ بَلْ أَحْيَاءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ
فَرِحِينَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَيَسْتَبْشِرُونَ بِالَّذِينَ لَمْ يَلْحَقُوابِهِمْ مِنْ خَلْفِهِمْ أَلَّا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
“Walaa tahsabannalladziina qutiluu fii sabiilillaahi amwaataa bal ahyaa un ‘indarabbihim yurzaquun. Farihiina bimaa aataahumullaahu min fadhlihii wayastabsyiruuna billadziinalam yalhaquubihim min khalfihim allaa khaufun ‘alaihim walaahum yahzanuun”.
"Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati. Bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezeki
Mereka dalam keadaan GEMBIRA disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka
Bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”
'Ali ‘Imran : 169-170
Maka bergembiralah kalian para syuhada
Dan bergembiralah kalian yang ditinggalkan
Mari rayakan kegembiraan mereka-mereka itu yang lebih dahulu pergi !
Pergilah kalian meraih Keridhaan dan Rahmat Allah
InsyaAllah kami akan menyusul kalian !
Selamat jalan Muhammad Anduri Al-Jablawi
Romi Abdul Baari
Ahmad Ali Ahmad
Mustafa Ahmad Al-Haffe
Ali Umar Turkmani
Ahmad Muhammad Turkmani
Muhammad Hasan Turkmani
Salim Muhammad Ahmad
25 Agustus 2015
----------------------------------------------------------
Di Suriah
Kehilangan terjadi berkali-kali dalam rentang waktu yang cepat
Tak ada waktu untuk menangis berlama-lama
Bahkan saking cepatnya semua menjadi biasa
Ini rasa yang aneh untuk dirasa
Bagaimana bisa pagi hari saya kehilangan seorang kawan
Menangis
Lalu siangnya seorang lagi pergi
Apa harus saya menangis lagi ?
Padahal kesedihan pada kehilangan yang pertama masih melukai
Iya kalau satu kali
Bagaimana kalau dua kali ?
Tiga kali ? Bahkan empat kali ?
Dan semua dalam waktu satu minggu !
Saya merasa macam sedang dibanting
Dinjak-injak
Lalu dibanting lagi
Lalu diinjak-injak lagi !
Tapi dengan itu berbarengan ada batas ketabahan yang meningkat
Sekaligus ketabahan yang meluruh
Menurun
Hingga kecengengan saya kembali pada jalur yang benar
Yang bukan sekedar cengeng
Tapi cengeng yang benar
Cengeng yang ditempatkan sesuai fitrahnya
Yang sedih sedikit tapi bergembira banyak atas kematian seorang mujahid
Karena bagaimana bisa kita bersedih untuk kebahagiaan seorang syahid ?
Ya
Kebahagiaan seorang syahid
Sebagaimana Allah Firman kan :
وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا ۚ بَلْ أَحْيَاءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ
فَرِحِينَ بِمَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَيَسْتَبْشِرُونَ بِالَّذِينَ لَمْ يَلْحَقُوابِهِمْ مِنْ خَلْفِهِمْ أَلَّا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
“Walaa tahsabannalladziina qutiluu fii sabiilillaahi amwaataa bal ahyaa un ‘indarabbihim yurzaquun. Farihiina bimaa aataahumullaahu min fadhlihii wayastabsyiruuna billadziinalam yalhaquubihim min khalfihim allaa khaufun ‘alaihim walaahum yahzanuun”.
"Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati. Bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezeki
Mereka dalam keadaan GEMBIRA disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka
Bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”
'Ali ‘Imran : 169-170
Maka bergembiralah kalian para syuhada
Dan bergembiralah kalian yang ditinggalkan
Mari rayakan kegembiraan mereka-mereka itu yang lebih dahulu pergi !
Pergilah kalian meraih Keridhaan dan Rahmat Allah
InsyaAllah kami akan menyusul kalian !
Selamat jalan Muhammad Anduri Al-Jablawi
Romi Abdul Baari
Ahmad Ali Ahmad
Mustafa Ahmad Al-Haffe
Ali Umar Turkmani
Ahmad Muhammad Turkmani
Muhammad Hasan Turkmani
Salim Muhammad Ahmad


0 Response to "Bergembira Atas Kematian "
Posting Komentar