Link Banner

Entering The War Zone

Fathi Yazid Attamimi
21 Agustus
---------------------------------------------------

Entering the war zone

Semalam, Saya dan 3 kawan jurnalis Suriah diperbantukan pada pos medis dan jurnalis mujahidin Suriah yang sedang menghadapi bombardir besar-besaran oleh Syi'ah Nushairiah di desa Elimsyik, Daerah Sahl Ghab, Perbatasan propinsi Hama - Idlib

Sebagai tukang dongeng merangkap tukang poto amatir, Saya ditempatkan di kolong sebuah jembatan besar, Sekira 1km dari TKP. Kolong yang guede pake banget itu disesaki berbagai kendaraan dan bantuan. Mulai bantuan medis seperti ambulance, Dokter dan perawat, Juga bantuan pasukan mujahidin yang menaiki segala kendaraan pengangkut senjata berat dan baterai anti pesawat, Doshka semua ukuran dari cal.14mm sampai cal.37mm, Tank baja berbagai jenis termasuk T72, Serta sejumlah kendaraan lapis baja angkut personil BMP. Ga ketinggalan jurnalis berbagai negara termasuk reporter Al-Jazeera dan Orient, Serta jurnalis abal-abal yang paling item sendiri ini, Ikut nongkrong disitu. Menambah ramai suasana pasar malam

Kami tiba ketika aksi bombardir hebat Nushairiah baru jalan semenit. Menjelang masuk kolong jembatan sempat kami lihat flare raksasa ditembakkan dari Helikopter Nushairiah sebagai penanda dimulainya aksi penggebukan sekaligus menerangi lokasi mujahidin yang akan dihajar. Dan masyaAllah bener aja, 15 detik selepas flare raksasa tersebut turun dari langit, Ledakan keras menggetarkan kolong jembatan, Bahkan menggoyang beberapa kendaraan berat seperti truk tronton dan tank baja. Ledakan tadi kemudian disusul hembusan angin keras yang menjatuhkan satu dua orang di dalamnya

Malam itu, Kolong jembatan yang gelap gulita sepertinya akan menjadi pemakaman saya

5 menit nongkrong diatas tank baja di dalam kolong jembatan cukup bikin saya stress. Bukan sebab ketakutan, Tapi karena ledakan yang terjadi seratusan kali sepanjang malam itu ga bisa saya lihat. Berkali-kali jantung saya mumbul-mumbul keatas dikagetkan bunyi ledakan yang kurang ajar datang ga bilang-bilang !

Jadi, Dengan semangat 45 dan kamera serta gunting kuku di kantong sebagai senjata kalau-kalau dipergoki Nushairiah, Kami berempat memutuskan menaiki tebing jalan tol, Meloncati pembatas jalan setinggi dada, Lalu merapat ke TKP !

Satu turis nyasar, 1 medis nekat, Dan 2 mujahidin yang udah gatel pingin nembaki Nushairiah, Memasuki gerbang Elimsyik yang sepanjang malam terus disinari flare dan ledakan

Pada sebuah jembatan tol yang terbelah dua kami berteduh dari hujan bom dan peluru. Angin keras menderu-menderu, Mengabarkan kematian yang menyapa dalam kegelapan. Dari jarak sekira 500m kami mulai menonton kembang api serta petasan ala Suriah. Ditambah kebakaran hutan yang menyisipkan seberkas warna merah di kejauhan, Lengkap sudah malam itu bayangan saya soal perang yang mengerikan !

Sementara handy talky setia berteriak memberitakan segala yang terjadi, Kami berjalan pelan menyusuri rumput di tepian jalan tol yang hancur. Mujahidin belum melancarkan aksi balasan, Mereka sengaja menguras amunisi Nushairiah dengan sesekali nongol secara bergerombol, Kadang pula sengaja sembarangan menembakkan baterai anti pesawat. Lalu ketika flare raksasa ditembakkan lagi, Buru-buru mereka nyincing sarung lari pontang-panting ke lubang perlindungan. Jadi kalau sekarang kami ketauan, Strategi mujahidin bakal berantakan akibat 4 orang sialan yang sembrono bin ngawur, Karena Nushairiah jadi tau kalau ternyata mujahidin punya backup pasukan !

1/2 jam berlalu tanpa perlawanan. Nushairiah makin kesal dikadali mujahidin yang cengengesan main tipu-tipu itu, Dan kami tinggal 50 meter lagi masuk pusat pemboman. Tetiba rekan medis saya iseng nyalain lampu senter kecil di pantat korek gas nya. Maksud beliau sih baik, Mau ngasih kode supaya ga ditembak kawan. Tapi sialnya cahaya senter selemah itu tetap terlihat dari belasan heli diatas kami ! Sedetik berikutnya puluhan peluru cal.14mm dari senapan mesin yang dipasang disamping heli menembaki kami !

Tepat ketika peluru ditembakkan, Saya mendongak keatas dan melihat kerjap cahaya menyala berkali-kali di langit. Insting saya bilang itu tembakan dari heli, Maka saya berteriak keras sambil melemparkan diri ke semak-semak lalu berguling masuk lubang !

"Rasy-syaaasy !!! Rasy-syaaasy !!! Ruuuhhh...!!! Ruuuhhh...!!!"

Sepesekian detik kemudian dentuman peluru kaliber berat menukik menghantam lokasi kami ! Disusul bunyi heli yang melaju cepat menyambar-nyambar !

AlhamdulIllah meleset. Coba kalo kena ? Ya antum ga baca tulisan ini

Hehehehe...

Aksi heli rupanya bertepatan dengan komando mujahdin untuk balik menyerang. Jadi tembakan heli barusan disambung rentetan tembakan lainnya dari darat ! Menandai pecah perang hebat di Elimsyik

Elimsyik adalah daerah yang baru sekira 10 hari lalu diambil paksa oleh mujahidin dari tangan Nushairiah dalam rangkaian perang panjang Battle Sahl Ghab. Bersama Elimsyik sekira 35 pos dan desa atau kota-kota kecil lainnya sepanjang perbatasan 4 propinsi AlhamdulIllah ikut jatuh. Tapi Nushairiah yang putus asa lalu menerapkan strategi "mati bareng" dengan menyerang seluruh wilayah diatas. Tujuannya bukan merebut kota, Bukan pula menang perang. Nushairiah cuma mau membunuhi sebanyak mungkin mujahidin, Yang ketika sebuah daerah mujahidin kuasai pasti langsung mereka bentuk koloni-koloni kecil di dalamnya. Nah koloni-koloni itu target paling empuk karena ga dilindungi senjata canggih anti serangan udara ! Contoh gampang, Waktu pembebasan kota Jisr Syughur, Di gang Abu Umar, 35 mujahidin syahid seketika dihantam sebiji roket MiG !

Tapi malam kemarin regu pertahanan Elimsyik benar-benar Die Hard ! Mereka ga mau mati dengan mudah ! Saya saksinya betapa sengit para singa Allah itu membalas serangan Syi'ah ! Sepanjang malam mortir dan altileri berat digunakan mujahidin untuk membalas serangan udara ! Bahkan beberapa mujahidin lari ke atas gedung-gedung tinggi, Lalu menembakkan AK-47 nya ke langit !

"Wa maa ramaita idz ramaaita, WalaakinnAllah rama...!"
Sesekali bukanlah kamu yang melempar ketika kamu melempar. Melainkan Allah lah yang melempar !

Eyel-eyelan mujahidin AlhamdulIllah berhasil ! Menjelang subuh tinggal MiG aja yang sliweran. Ditambah sesekali hantaman altileri berat Nushairiah sebagai pelengkap. Tapi ketika adzan subuh berkumandang, Ga ada yang tertinggal dari Nushairiah kecuali kekalahan !

Lepas shalat saya jalan-jalan keliling lokasi pertempuran, Liat-liat apa yang bisa diliat, Mulai kepingan senjata berat mujahidin yang remuk ditimpuk Birmil, Sampai bangkai-bangkai Nushairiah yang berhari-hari sejak pertempuran pertama belum sempat dibuang mujahidin, Dan ditimbun begitu aja dengan pasir atau kerikil

Malam kemarin MasyaAllah ngeri-ngeri sedap, Agak ngerasa hidup ini mulai tambah serius, Dan tambah yakin mujahidin InsyaAllah pasti menang !
---------------------------------------------------

Kisah diatas ditulis untuk menggerakkan kepedulian kita, Bukan sekedar untuk dibaca, Dilike dan dikoment.
Mari berdonasi, Semoga dengan begitu Allah jadikan kita sebagai orang yang jujur dalam niat, Perkataan dan perbuatan

Rek Donasi Suriah dan Rohingya

Suriah (Umum)
- MANDIRI 900 0019 330 720 (Kcp. Katamso, Yogyakarta)
- BCA 1691 967 749 (Kcu. Ahmad Dahlan, Yogyakarta)
- BRI 0029 0110 999 7500 (Kcu. Cik Ditiro, Yogyakarta)
- BNI 0317 563 523 (Kcp. Parang Tritis, Yogyakarta)
Semua atas nama IKRIMAH
- Konfirmasi : Ikrimah 081809406405

Suriah (Khusus kurban)
Perekor domba gemuk besar 250 USD, Sapi 2.000 USD
- BCA 0201251621 (KCP Teluk Betung Lampung)
- MANDIRI 114 000 511 3413 (KC Bandar Lampung)
- BRI 5590-01-010972-53-8 (unit Bandar Agung Lampung)
Semua atas nama DIMAS ADITYO
- Konfirmasi : Dimas Adityo 085758894656

Rohingya
BRI : 0178 0100 6069 504 a.n Said Anshar

JazakumUllah khairal jaza
Allah Yubaarik fiikum wa fii maalikum

0 Response to "Entering The War Zone"

Posting Komentar