Fathi Yazid Attamimi
29 Agustus 2014
----------------------------------------------------------
Mencari uang dari negeri perang
Saya memutuskan menjalankan bisnis online setelah 8 tahun berpetualang mencari sebakul nasi dan segenggam berlian. Sejak kecil saya memang udah pinter nyari duit, Dalam arti sebenarnya : Mulungin duit orang yang jatuh di jalan, Atau ngutil duit di celana Abi, Atau betulan kerja dagang buat walimahan
Dulu usia 17 an saya pernah ngemper di Istiqlal, Gelar lapak jual kopiah dan parfum colek, Sekaligus jual diri. Ya, Gimana ga jual diri ? Lha bubar jum'atan yang ngerubung di lapak saya itu kebanyakannya kawan sepermainan ?! Udah gitu sialnya ga pada beli malah ngutang pakai jurus "kita kan kawan...". AlhamdulIllah nya kelar ngelapak satu kopiah laku. Harganya 4 ribu, Modalnya 3rb, Untung seribu, Naik kereta gratis, Cuma bayar angkot kena 4rb. Jadilah tekor 3rb !
Pernah juga waktu mesantren di Leuwiliang, Usia 14 an. Waktu itu saya lihat ada ibu tahu goreng memandang penuh harap ke arah kamar kami yang menghadap gerbang satpam. Si ibu ga boleh masuk pondok sebab dilarang aturan. Akhirnya, Bukan karena kasian tapi sebab melihat ada peluang, Saya datangi beliau
- Tahunya berapa bu ?
+ 300 jang
- Kalo saya bawa masuk ke dalam, Terus saya jualin, Saya dapet berapa ni bu ?
+ Wah, Ya sok aja atuh kalo gitu mah. Ujang ibu kasih 50 lah tiap tahu
Akhirnya sekira 1/2 jam kemudian si tahu habis penuh sukacita. Tugasnya purna sudah, Menjadi perantara kebahagiaan dari Allah bagi kami semua : Si ibu yang punya barang - Saya yang pinter akal-akalan - Santri yang keenakan - Dan si satpam yang senyam senyum dapat tahu gratis 5 biji dari saya
Seterusnya si ibu dan beberapa penjual lain titip dagangan ke saya tiap sore selama setahun terakhir saya mondok disana
Pernah juga saya jadi distributor besar herbal berbagai merk, Termasuk Naturaid dll. Di puncak kejayaan, Sebulan saya bisa jual barang 120-150jt. Dipotong tetek bengek gaji dsb, Bersih masih ada lah 10% mah. Itu belum ditambah penjualan eceran atau returan barang yang oleh pabrik dikasih cuma-cuma. Walhasil tahun 2008-2011 jadi puncak kejayaan. Lupakan eksekutif muda gaji beratus juta. Cukup dengan uang di kantong 15-20jt sebulan, Ketika itu lumayan banyak gadis lirak-lirik ke saya. Kata mereka waktu itu, Saya ganteng
Waktu itu lho ya...
Karir terakhir saya di bidang herbalisasi adalah merintis klinik bekam dan ruqyah yang profesional dunia akherat. Profesional di dunia karena peralatannya terbilang cukup lengkap, Tempat nyaman bersih sekelas klinik kesehatan beneran, Lokasi emas tengah kota, Dan pelayanan full termasuk konsultasi dokter dan layanan telp 24 jam !
Sedangkan profesional di akherat karena saya ga pasang tarif sesuai anjuran syariat, Anti ikhtilat termasuk menyediakan peruqyah akhwat, Dan menekankan upaya menyadarkan pasien akan kesembuhan diri tanpa bergantung pada manusia melalui upaya mandiri
AlhamdulIllah, Waktu itu, Di Bogor khususnya, Ikhwan / Akhwat mana yang ga dengar klinik SMS : Sehat Mandiri Sejahtera. Termasuk pemiliknya yang (masih katanya, Dan masih waktu itu) : Ustadz Fathi yang ngganteng ?!
Katanya lho ya...
Tapi semuanya saya tinggalkan, Karena banyak alasan, Baik tipu-tipu dan pengkhianatan kawan, Juga kerasnya persaingan dunia herbal. Tapi sebetulnya semua bermuara pada satu fitrah yang ga bisa saya lawan :
Hobi ngebolang
Ya. Hobi itu bikin kantor atau klinik atau toko sering saya tinggal. Ga nanggung, Pernah satu kali di puncak ramai pembeli, Yaitu bulan Ramadhan, Toko dan klinik saya tinggalkan sebulan. Ngluyur pake motor sendirian dari Bogor ke Lombok Timur. Betulnya mau lanjut ke Bima, Tapi karena Qadarullah kecelakaan di Lotim, Maka saya tinggal motor dan lanjut dengan bis. Berangkat hari pertama puasa, Sampai di rumah lagi lebaran min tiga
Itu baru yang dekat. Pernah juga saya tutup toko dan pergi ke Papua. 45 hari disana ngegembel di kampung-kampung yang jarak satu rumah ke rumah lainnya rerata 4 jam jalan kaki gegara nekat ala koboy mau ndaki Jayawijaya. Sayangnya di Jawa saya ga beli jaket es. Saya kira nanti banyak yang jual. Tapi apalah daya rupanya harga di Papua berlipat-lipat jauh lebih mahal
Berbagai keisengan dan hobi jalan-jalan itu kebawa sampai sekarang. Sampai udah kawin dan beranak, Bahkan sampai ke negeri perang. Disini pusing kepala saya kalo sehari aja ga keluar. Maka biar termasuk newbie dimari, Tapi daya jelajah dan daya jangkau saya AlhamdulIllah lumayan bisa dicatat di rekor MURI. Termasuk juga berkali-kali nyebur parit dan gorong-gorong sebagaimana diajarkan oleh presiden kita tercinta
Nah, Konsekuensi logis dari perbenturan antara hobi dengan kerjaan adalah terbengkalainya bisnis dan mata pencaharian. Akibat rentetannya banyak. Mulai dari ditipu, Diutangi seumur hidup, Kehilangan pembeli atau suplier yang sampai bosan nyariin saya, Termasuk dimaling sama pegawai sendiri. Maka setelah menimbang sekian lama dan penuh kehati-hatian serta meminta doa ketiga orang tua, Dengan memohon Rahmat dan Ridha Allah, Saya memutuskan berbisnis online
Apa enaknya jualan online ? Bagi saya kerumitannya tetap sama, Tapi kenikmatannya alhamdulIllah jauh lebih besar. Karena meski sedang diberondong peluru, Asal masih ada sinyal, Saya masih bisa promosi dan meladeni pembeli madu
Sekian dan terimakasih
Harga Madu Yaman Sumroh :
1kg 520rb
1/2kg 270rb
1/4kg 140rb
Pemesanan :
1. via WA / SMS / TELP ke no 087859597612, Atau 087738444590
2. Via akun ini
3. Via FP Madu Yaman Sumrah
https://m.facebook.com/profile.php?id=853875804690461
JazakumUllah khairal jaza
29 Agustus 2014
----------------------------------------------------------
Mencari uang dari negeri perang
Saya memutuskan menjalankan bisnis online setelah 8 tahun berpetualang mencari sebakul nasi dan segenggam berlian. Sejak kecil saya memang udah pinter nyari duit, Dalam arti sebenarnya : Mulungin duit orang yang jatuh di jalan, Atau ngutil duit di celana Abi, Atau betulan kerja dagang buat walimahan
Dulu usia 17 an saya pernah ngemper di Istiqlal, Gelar lapak jual kopiah dan parfum colek, Sekaligus jual diri. Ya, Gimana ga jual diri ? Lha bubar jum'atan yang ngerubung di lapak saya itu kebanyakannya kawan sepermainan ?! Udah gitu sialnya ga pada beli malah ngutang pakai jurus "kita kan kawan...". AlhamdulIllah nya kelar ngelapak satu kopiah laku. Harganya 4 ribu, Modalnya 3rb, Untung seribu, Naik kereta gratis, Cuma bayar angkot kena 4rb. Jadilah tekor 3rb !
Pernah juga waktu mesantren di Leuwiliang, Usia 14 an. Waktu itu saya lihat ada ibu tahu goreng memandang penuh harap ke arah kamar kami yang menghadap gerbang satpam. Si ibu ga boleh masuk pondok sebab dilarang aturan. Akhirnya, Bukan karena kasian tapi sebab melihat ada peluang, Saya datangi beliau
- Tahunya berapa bu ?
+ 300 jang
- Kalo saya bawa masuk ke dalam, Terus saya jualin, Saya dapet berapa ni bu ?
+ Wah, Ya sok aja atuh kalo gitu mah. Ujang ibu kasih 50 lah tiap tahu
Akhirnya sekira 1/2 jam kemudian si tahu habis penuh sukacita. Tugasnya purna sudah, Menjadi perantara kebahagiaan dari Allah bagi kami semua : Si ibu yang punya barang - Saya yang pinter akal-akalan - Santri yang keenakan - Dan si satpam yang senyam senyum dapat tahu gratis 5 biji dari saya
Seterusnya si ibu dan beberapa penjual lain titip dagangan ke saya tiap sore selama setahun terakhir saya mondok disana
Pernah juga saya jadi distributor besar herbal berbagai merk, Termasuk Naturaid dll. Di puncak kejayaan, Sebulan saya bisa jual barang 120-150jt. Dipotong tetek bengek gaji dsb, Bersih masih ada lah 10% mah. Itu belum ditambah penjualan eceran atau returan barang yang oleh pabrik dikasih cuma-cuma. Walhasil tahun 2008-2011 jadi puncak kejayaan. Lupakan eksekutif muda gaji beratus juta. Cukup dengan uang di kantong 15-20jt sebulan, Ketika itu lumayan banyak gadis lirak-lirik ke saya. Kata mereka waktu itu, Saya ganteng
Waktu itu lho ya...
Karir terakhir saya di bidang herbalisasi adalah merintis klinik bekam dan ruqyah yang profesional dunia akherat. Profesional di dunia karena peralatannya terbilang cukup lengkap, Tempat nyaman bersih sekelas klinik kesehatan beneran, Lokasi emas tengah kota, Dan pelayanan full termasuk konsultasi dokter dan layanan telp 24 jam !
Sedangkan profesional di akherat karena saya ga pasang tarif sesuai anjuran syariat, Anti ikhtilat termasuk menyediakan peruqyah akhwat, Dan menekankan upaya menyadarkan pasien akan kesembuhan diri tanpa bergantung pada manusia melalui upaya mandiri
AlhamdulIllah, Waktu itu, Di Bogor khususnya, Ikhwan / Akhwat mana yang ga dengar klinik SMS : Sehat Mandiri Sejahtera. Termasuk pemiliknya yang (masih katanya, Dan masih waktu itu) : Ustadz Fathi yang ngganteng ?!
Katanya lho ya...
Tapi semuanya saya tinggalkan, Karena banyak alasan, Baik tipu-tipu dan pengkhianatan kawan, Juga kerasnya persaingan dunia herbal. Tapi sebetulnya semua bermuara pada satu fitrah yang ga bisa saya lawan :
Hobi ngebolang
Ya. Hobi itu bikin kantor atau klinik atau toko sering saya tinggal. Ga nanggung, Pernah satu kali di puncak ramai pembeli, Yaitu bulan Ramadhan, Toko dan klinik saya tinggalkan sebulan. Ngluyur pake motor sendirian dari Bogor ke Lombok Timur. Betulnya mau lanjut ke Bima, Tapi karena Qadarullah kecelakaan di Lotim, Maka saya tinggal motor dan lanjut dengan bis. Berangkat hari pertama puasa, Sampai di rumah lagi lebaran min tiga
Itu baru yang dekat. Pernah juga saya tutup toko dan pergi ke Papua. 45 hari disana ngegembel di kampung-kampung yang jarak satu rumah ke rumah lainnya rerata 4 jam jalan kaki gegara nekat ala koboy mau ndaki Jayawijaya. Sayangnya di Jawa saya ga beli jaket es. Saya kira nanti banyak yang jual. Tapi apalah daya rupanya harga di Papua berlipat-lipat jauh lebih mahal
Berbagai keisengan dan hobi jalan-jalan itu kebawa sampai sekarang. Sampai udah kawin dan beranak, Bahkan sampai ke negeri perang. Disini pusing kepala saya kalo sehari aja ga keluar. Maka biar termasuk newbie dimari, Tapi daya jelajah dan daya jangkau saya AlhamdulIllah lumayan bisa dicatat di rekor MURI. Termasuk juga berkali-kali nyebur parit dan gorong-gorong sebagaimana diajarkan oleh presiden kita tercinta
Nah, Konsekuensi logis dari perbenturan antara hobi dengan kerjaan adalah terbengkalainya bisnis dan mata pencaharian. Akibat rentetannya banyak. Mulai dari ditipu, Diutangi seumur hidup, Kehilangan pembeli atau suplier yang sampai bosan nyariin saya, Termasuk dimaling sama pegawai sendiri. Maka setelah menimbang sekian lama dan penuh kehati-hatian serta meminta doa ketiga orang tua, Dengan memohon Rahmat dan Ridha Allah, Saya memutuskan berbisnis online
Apa enaknya jualan online ? Bagi saya kerumitannya tetap sama, Tapi kenikmatannya alhamdulIllah jauh lebih besar. Karena meski sedang diberondong peluru, Asal masih ada sinyal, Saya masih bisa promosi dan meladeni pembeli madu
Sekian dan terimakasih
Harga Madu Yaman Sumroh :
1kg 520rb
1/2kg 270rb
1/4kg 140rb
Pemesanan :
1. via WA / SMS / TELP ke no 087859597612, Atau 087738444590
2. Via akun ini
3. Via FP Madu Yaman Sumrah
https://m.facebook.com/profile.php?id=853875804690461
JazakumUllah khairal jaza


0 Response to "Mencari Uang Dari Negeri Perang "
Posting Komentar