Fathi Yazid Attamimi
29 Juli 2015
--------------------------------------------------
MOS
Saya ga pernah ngerasain bangku sekolah umum kecuali kelas 1 SMA, Itupun di sekolah semi madrasah alias Aliyah alias MA. Itupun kepala sekolahnya kawan akrab ayah saya yang sekarang bos pabrik sarikurma merk Al-Jazira. Itupun cuma setaun. Naik kelas 2 saya lanjut ke ma'had Al-Irsyad Al-Islamiyyah Tengaran, Sekelas sama beberapa ikhwah yang sekarang jadi ustadz kibar
Saya emang ga pernah sekolah. Umi cerita dulu waktu saya kecil dan beliau ngajar di SD, Ketika diajak masuk ke dalam kelas saya ngamuk, Berontak, Pokoke ogah ! Walhasil Abi panggilkan beberapa guru berbagai mata pelajaran penting macam Matematika, Bahasa Inggris, Dsb untuk mendidik saya dirumah. Metode macam itu sekarang ini ngetop dengan nama Homeschooling, Digembar-gemborkan sebagai solusi bagi sistem pendidikan Indonesia yang udah rusak. AlhamdulIllah saya dan beberapa adik saya mengalaminya
Dan gegara tabiat saya yang agak aneh itu, Sampai sekarang saya ga punya ijazah selembar pun kecuali tanda kelulusan dari Pendidikan Dasar Wanadri. Tapi dua adik saya perempuan punya ijazah SD - SMP dan D2
Lho ? Mana ijazah SMA nya ?
Ga ada, Langsung loncat dari SMP ke bangku kuliah, Dan ketika kuliah mereka berdua AlhamdulIllah termasuk paling pintar
Kok bisa ?!
Ada rahasianya...
Hehehehe...
Balik ke soal MOS. Dulu masuk Aliyah, Macam biasa kami di MOS. Seluruh murid baru harus datang pada pukul sekian, Bawa ini itu, Dan dikerjain habis-habisan. Semua murid diperlakukan begitu, Dan semuanya patuh, Kecuali saya serta seorang kawan : Syafik Alatthas
Menghadapi tekanan senior, Sedari awal kami siap mati, Pokoknya ga pake dikerjain ! Kalo mau berantem ayo sini ! Kebetulan AlhamdulIllah waktu itu saya atlet kungfu nasional, Dan Syafik sedang merintis karir di tinju amatir. Jadi pede aja kami melawan segala keisengan senior. Yah... Ga nyombong, Kalo cuma 3-4 orang sih waktu itu InsyaAllah saya sendirian masih sanggup lah...
Gimana sekarang ?
Waduh maap aja, Kalo sekarang dikeroyok 4 orang mending saya melambai ke kamera ! Bukan apa-apa, Kemarin sama Abu Waled lari-lari masuk Suriah aja udah macam badak mau tersungkur !
Hehehehe...
Sebagai orang yang pernah melawan keusilan para senior atas nama MOS, Saya memandang sebetulnya bukan salah senior sepenuhnya hingga mereka bebas menghinakan anak manusia yang dibiayai mahal-mahal bapak ibunya masuk sekolah idaman. Bukan pula semata salah kepala sekolah dan perangkat pendidikan lainnya. Tapi ada unsur kelemahan mental para junior yang entah kenapa ga berani melawan !
Oke lah mereka masih kecil, Tapi kalo gitu antum para bapak dan ibu mendampingi dong ! Udah tau yang namanya MOS jarang ada yang sehat, Kok dibiarin aja anak-anaknya masuk kandang begal sendirian ?!
Antum orangtua sedari awal harus menanamkan jiwa perlawanan pada putra-putri tercinta. Jangan biarkan mereka jadi lemah ! Tanamkan ga ada yang lebih penting di dunia ini selain Allah dan Rasul-Nya, Serta kemuliaan diri sendiri dan keluarga ! Jangan takut ga bisa masuk sekolah, Banyak cara melawan ! Kalo ga bisa secara fisik, Lawan via jalur hukum ! Itu kadal-kadal yang menistakan anak-anak kita mestinya dibui ! Siapa mereka kok sampai bisa-bisanya merendahkan derajat anak kita yang hendak kita muliakan !
Menunggu godot datang lebih baik daripada menunggu pemerintah bergerak. Ratusan korban tewas pada MOS sejak belasan tahun lalu, Mulai SD sampai kuliah. Jangan biarkan jatuh korban lagi, Baik mereka yang terkapar jasadnya, Atau terkapar jiwanya. Keberanian dan keagungan dirinya tersungkur dibawah caci maki yang entah dilakukan untuk alasan apa !
Lawan ! Jangan mau dihinakan ! Siapkan segala resiko yang mungkin terjadi. Kalo perlu keluar ! Gausah sekolah yang bahkan sejak detik pertama ga sanggup mendidik anak kita ! Indonesia bukan kekurangan orang pintar. Indonesia cuma kekurangan para pemberani !
Salam dari Suriah buat antum semua para bapak para ibu. Ini negeri tempat para pemberani, Yang kehilangan segalanya demi tegaknya kalimat syahadat dan tingginya harga diri !
Semoga dari sini menular semangat perlawanan terhadap segala bentuk kedzaliman !
------------------------------------------------
Rek Donasi Suriah dan Rohingya
Suriah
- MANDIRI : 900 0019 330 720 a.n IKRIMAH (Kcp. Katamso, Yogyakarta)
- BCA : 1691 967 749 a.n IKRIMAH (Kcu. Ahmad Dahlan, Yogyakarta)
- BRI : 0029 0110 999 7500 a.n IKRIMAH (Kcu. Cik Ditiro, Yogyakarta)
- BNI : 0317 563 523 a.n IKRIMAH (Kcp. Parang Tritis, Yogyakarta)
Rohingya
BRI : 0178 0100 6069 504 a.n Said Anshar
JazakumUllah khairal jaza
Allah Yubaarik fiikum wa fii maalikum
29 Juli 2015
--------------------------------------------------
MOS
Saya ga pernah ngerasain bangku sekolah umum kecuali kelas 1 SMA, Itupun di sekolah semi madrasah alias Aliyah alias MA. Itupun kepala sekolahnya kawan akrab ayah saya yang sekarang bos pabrik sarikurma merk Al-Jazira. Itupun cuma setaun. Naik kelas 2 saya lanjut ke ma'had Al-Irsyad Al-Islamiyyah Tengaran, Sekelas sama beberapa ikhwah yang sekarang jadi ustadz kibar
Saya emang ga pernah sekolah. Umi cerita dulu waktu saya kecil dan beliau ngajar di SD, Ketika diajak masuk ke dalam kelas saya ngamuk, Berontak, Pokoke ogah ! Walhasil Abi panggilkan beberapa guru berbagai mata pelajaran penting macam Matematika, Bahasa Inggris, Dsb untuk mendidik saya dirumah. Metode macam itu sekarang ini ngetop dengan nama Homeschooling, Digembar-gemborkan sebagai solusi bagi sistem pendidikan Indonesia yang udah rusak. AlhamdulIllah saya dan beberapa adik saya mengalaminya
Dan gegara tabiat saya yang agak aneh itu, Sampai sekarang saya ga punya ijazah selembar pun kecuali tanda kelulusan dari Pendidikan Dasar Wanadri. Tapi dua adik saya perempuan punya ijazah SD - SMP dan D2
Lho ? Mana ijazah SMA nya ?
Ga ada, Langsung loncat dari SMP ke bangku kuliah, Dan ketika kuliah mereka berdua AlhamdulIllah termasuk paling pintar
Kok bisa ?!
Ada rahasianya...
Hehehehe...
Balik ke soal MOS. Dulu masuk Aliyah, Macam biasa kami di MOS. Seluruh murid baru harus datang pada pukul sekian, Bawa ini itu, Dan dikerjain habis-habisan. Semua murid diperlakukan begitu, Dan semuanya patuh, Kecuali saya serta seorang kawan : Syafik Alatthas
Menghadapi tekanan senior, Sedari awal kami siap mati, Pokoknya ga pake dikerjain ! Kalo mau berantem ayo sini ! Kebetulan AlhamdulIllah waktu itu saya atlet kungfu nasional, Dan Syafik sedang merintis karir di tinju amatir. Jadi pede aja kami melawan segala keisengan senior. Yah... Ga nyombong, Kalo cuma 3-4 orang sih waktu itu InsyaAllah saya sendirian masih sanggup lah...
Gimana sekarang ?
Waduh maap aja, Kalo sekarang dikeroyok 4 orang mending saya melambai ke kamera ! Bukan apa-apa, Kemarin sama Abu Waled lari-lari masuk Suriah aja udah macam badak mau tersungkur !
Hehehehe...
Sebagai orang yang pernah melawan keusilan para senior atas nama MOS, Saya memandang sebetulnya bukan salah senior sepenuhnya hingga mereka bebas menghinakan anak manusia yang dibiayai mahal-mahal bapak ibunya masuk sekolah idaman. Bukan pula semata salah kepala sekolah dan perangkat pendidikan lainnya. Tapi ada unsur kelemahan mental para junior yang entah kenapa ga berani melawan !
Oke lah mereka masih kecil, Tapi kalo gitu antum para bapak dan ibu mendampingi dong ! Udah tau yang namanya MOS jarang ada yang sehat, Kok dibiarin aja anak-anaknya masuk kandang begal sendirian ?!
Antum orangtua sedari awal harus menanamkan jiwa perlawanan pada putra-putri tercinta. Jangan biarkan mereka jadi lemah ! Tanamkan ga ada yang lebih penting di dunia ini selain Allah dan Rasul-Nya, Serta kemuliaan diri sendiri dan keluarga ! Jangan takut ga bisa masuk sekolah, Banyak cara melawan ! Kalo ga bisa secara fisik, Lawan via jalur hukum ! Itu kadal-kadal yang menistakan anak-anak kita mestinya dibui ! Siapa mereka kok sampai bisa-bisanya merendahkan derajat anak kita yang hendak kita muliakan !
Menunggu godot datang lebih baik daripada menunggu pemerintah bergerak. Ratusan korban tewas pada MOS sejak belasan tahun lalu, Mulai SD sampai kuliah. Jangan biarkan jatuh korban lagi, Baik mereka yang terkapar jasadnya, Atau terkapar jiwanya. Keberanian dan keagungan dirinya tersungkur dibawah caci maki yang entah dilakukan untuk alasan apa !
Lawan ! Jangan mau dihinakan ! Siapkan segala resiko yang mungkin terjadi. Kalo perlu keluar ! Gausah sekolah yang bahkan sejak detik pertama ga sanggup mendidik anak kita ! Indonesia bukan kekurangan orang pintar. Indonesia cuma kekurangan para pemberani !
Salam dari Suriah buat antum semua para bapak para ibu. Ini negeri tempat para pemberani, Yang kehilangan segalanya demi tegaknya kalimat syahadat dan tingginya harga diri !
Semoga dari sini menular semangat perlawanan terhadap segala bentuk kedzaliman !
------------------------------------------------
Rek Donasi Suriah dan Rohingya
Suriah
- MANDIRI : 900 0019 330 720 a.n IKRIMAH (Kcp. Katamso, Yogyakarta)
- BCA : 1691 967 749 a.n IKRIMAH (Kcu. Ahmad Dahlan, Yogyakarta)
- BRI : 0029 0110 999 7500 a.n IKRIMAH (Kcu. Cik Ditiro, Yogyakarta)
- BNI : 0317 563 523 a.n IKRIMAH (Kcp. Parang Tritis, Yogyakarta)
Rohingya
BRI : 0178 0100 6069 504 a.n Said Anshar
JazakumUllah khairal jaza
Allah Yubaarik fiikum wa fii maalikum


0 Response to "MOS"
Posting Komentar