Fathi Yazid Attamimi
30 Agustus 2014
-----------------------------------------------------------
Bagian satu
Reuni orang-orang yang kehilangan
Kumpulan kami berenam orang membentuk lingkaran setengah jadi. Melingkar tidak, Kotak tidak, Segitiga pun tidak, Tapi dilihat-lihat ya seperti lingkaran. Jadi itu sudah namanya
Ini semacam reuni para veteran, Mengenang karib kerabat dan sahabat yang mendahului. Tanpa dikomando, Satu-satu kami bertukar cerita. Enggan atau tidak, Cerita ini harus dibagi
"Hari ini...
...Hari syahidnya...
...Abu Hafshah..."
Abu Lubaabah membuka kenangan
Pelan, Berat, Sedih. Sambil bercerita dipandanginya foto sang ponakan
"... Hari itu beliau datang kemari, Mengambil ransum pasukan. Saya bilang 'makan siang lah dulu disini, Nanti sudahnya baru kamu balik sana...'
Tapi sambil tersenyum Abu Hafshah menjawab
'Nanti aja paman, Makan siang saya bukan disini'
Kemudian Abu Hafshah pulang, Membagikan makanan untuk pasukannya, Yang ketika itu salah satu kelompok mujahidin terkuat di pinggiran Idlib
Tapi dia tak kembali lagi
Tiga jam setelah perjumpaan kami tadi
Beliau syahid
Di perjalanan menuju suatu tempat, Sebuah roket menghantam mobil yang beliau tumpangi. Tubuhnya hancur berantakan tak bisa dikenali. Tiga anggota pasukannya ikut syahid
Dari serpihan daging dan ceceran darah Abu Hafshah menyerbak wangi parfum para syuhada..."
Belum selesai Abu Lubabah bicara, Dr. Sarju menyodorkan secarik kain dari dompetnya
"Ini paman, Sobekan baju yang dipakai Abu Hafshah waktu syahid"
Abu Lubabah terperangah. Sang ponakan tetiba hadir setelah sekian lama. Cepat diraihnya kain itu. Diciumi sepenuh hati. Direngkuh kuat-kuat seperti melepas rindu pada pemiliknya
Yang sedari kecil ia sayangi
Kisah Abu Lubabah berhenti. Kepalanya terus tertunduk, Matanya berkaca-kaca. Kesedihan yang ditanggungnya sejak awal bercerita, Tumpah tak terbendung
Tangannya menggenggam erat potongan kain, Monumen yang entah bagaimana didapatkan dr. Sarju
Saya pandangi dr. Sarju
Ia menyesal mengeluarkan kenangan remeh yang berharga itu
Tetiba kami semua berkaca-kaca...
CATATAN
Kisah diatas ditulis untuk menggerakkan kepedulian kita, Bukan sekedar untuk dibaca, Dilike dan dikoment
Semoga Allah jadikan kita sebagai orang yang jujur dalam niat, Perkataan dan perbuatan
------------------------------------------------------
Rek Donasi Suriah dan Rohingya
Suriah (Umum)
- MANDIRI 900 0019 330 720 (Kcp. Katamso, Yogyakarta)
- BCA 1691 967 749 (Kcu. Ahmad Dahlan, Yogyakarta)
- BRI 0029 0110 999 7500 (Kcu. Cik Ditiro, Yogyakarta)
- BNI 0317 563 523 (Kcp. Parang Tritis, Yogyakarta)
Semua atas nama IKRIMAH
- Konfirmasi : Ikrimah 081809406405
Suriah (Khusus kurban)
Perekor domba gemuk besar 250 USD, Sapi 2.000 USD
- BCA 0201251621 (KCP Teluk Betung Lampung)
- MANDIRI 114 000 511 3413 (KC Bandar Lampung)
- BRI 5590-01-010972-53-8 (unit Bandar Agung Lampung)
Semua atas nama DIMAS ADITYO
- Konfirmasi : Dimas Adityo 085758894656
Rohingya
BRI : 0178 0100 6069 504 a.n Said Anshar
JazakumUllah khairal jaza
Allah Yubaarik fiikum wa fii maalikum
30 Agustus 2014
-----------------------------------------------------------
Bagian satu
Reuni orang-orang yang kehilangan
Kumpulan kami berenam orang membentuk lingkaran setengah jadi. Melingkar tidak, Kotak tidak, Segitiga pun tidak, Tapi dilihat-lihat ya seperti lingkaran. Jadi itu sudah namanya
Ini semacam reuni para veteran, Mengenang karib kerabat dan sahabat yang mendahului. Tanpa dikomando, Satu-satu kami bertukar cerita. Enggan atau tidak, Cerita ini harus dibagi
"Hari ini...
...Hari syahidnya...
...Abu Hafshah..."
Abu Lubaabah membuka kenangan
Pelan, Berat, Sedih. Sambil bercerita dipandanginya foto sang ponakan
"... Hari itu beliau datang kemari, Mengambil ransum pasukan. Saya bilang 'makan siang lah dulu disini, Nanti sudahnya baru kamu balik sana...'
Tapi sambil tersenyum Abu Hafshah menjawab
'Nanti aja paman, Makan siang saya bukan disini'
Kemudian Abu Hafshah pulang, Membagikan makanan untuk pasukannya, Yang ketika itu salah satu kelompok mujahidin terkuat di pinggiran Idlib
Tapi dia tak kembali lagi
Tiga jam setelah perjumpaan kami tadi
Beliau syahid
Di perjalanan menuju suatu tempat, Sebuah roket menghantam mobil yang beliau tumpangi. Tubuhnya hancur berantakan tak bisa dikenali. Tiga anggota pasukannya ikut syahid
Dari serpihan daging dan ceceran darah Abu Hafshah menyerbak wangi parfum para syuhada..."
Belum selesai Abu Lubabah bicara, Dr. Sarju menyodorkan secarik kain dari dompetnya
"Ini paman, Sobekan baju yang dipakai Abu Hafshah waktu syahid"
Abu Lubabah terperangah. Sang ponakan tetiba hadir setelah sekian lama. Cepat diraihnya kain itu. Diciumi sepenuh hati. Direngkuh kuat-kuat seperti melepas rindu pada pemiliknya
Yang sedari kecil ia sayangi
Kisah Abu Lubabah berhenti. Kepalanya terus tertunduk, Matanya berkaca-kaca. Kesedihan yang ditanggungnya sejak awal bercerita, Tumpah tak terbendung
Tangannya menggenggam erat potongan kain, Monumen yang entah bagaimana didapatkan dr. Sarju
Saya pandangi dr. Sarju
Ia menyesal mengeluarkan kenangan remeh yang berharga itu
Tetiba kami semua berkaca-kaca...
CATATAN
Kisah diatas ditulis untuk menggerakkan kepedulian kita, Bukan sekedar untuk dibaca, Dilike dan dikoment
Semoga Allah jadikan kita sebagai orang yang jujur dalam niat, Perkataan dan perbuatan
------------------------------------------------------
Rek Donasi Suriah dan Rohingya
Suriah (Umum)
- MANDIRI 900 0019 330 720 (Kcp. Katamso, Yogyakarta)
- BCA 1691 967 749 (Kcu. Ahmad Dahlan, Yogyakarta)
- BRI 0029 0110 999 7500 (Kcu. Cik Ditiro, Yogyakarta)
- BNI 0317 563 523 (Kcp. Parang Tritis, Yogyakarta)
Semua atas nama IKRIMAH
- Konfirmasi : Ikrimah 081809406405
Suriah (Khusus kurban)
Perekor domba gemuk besar 250 USD, Sapi 2.000 USD
- BCA 0201251621 (KCP Teluk Betung Lampung)
- MANDIRI 114 000 511 3413 (KC Bandar Lampung)
- BRI 5590-01-010972-53-8 (unit Bandar Agung Lampung)
Semua atas nama DIMAS ADITYO
- Konfirmasi : Dimas Adityo 085758894656
Rohingya
BRI : 0178 0100 6069 504 a.n Said Anshar
JazakumUllah khairal jaza
Allah Yubaarik fiikum wa fii maalikum


0 Response to "Reuni Orang-orang yang Kehilangan "
Posting Komentar