Link Banner

Semalam di Medan Ribath

Fathi Yazid Attamimi
1 Agustus 2015
--------------------------------------------------

Bagian 1

Kemarin malam, Lagi asik nongkrong sama mujahidin, Korek-korek cerita perjuangan mereka, Tetiba saya diajak naik gunung yang bukan sekedar gunung

Gunung ini merupakan garis paling depan yang seizin Allah melindungi ratusan ribu muslimin di belakangnya dari pembantaian rezim Syi'ah Nushairiah. Gunung ini adalah perimeter pertama, Sekat tipis yang diperebutkan semua pihak, Baik mujahidin dengan tujuan mencegah terulangnya kekejaman Syabbiha seperti diawal revolusi, Juga pemerintah Suriah yang dengan milisi kriminil pembantai warga sipilnya berusaha menekan perjuangan para revolusioner

Gunung ini tempat dimana segalanya dipertaruhkan !

Setelah menempuh 30 menit perjalanan, Tibalah kami di lokasi. Sepanjang waktu sejak mula ditawari saya sudah tegang. Doa-doa segala doa terulang tanpa henti. Memohon yang terbaik dari-Nya : Hidup Mulia ketika kembali pulang, Atau mati syahid bila Allah memilih kami. Keindahan alam Suriah yang eksotis seolah terbenam dalam bayangan kematian yang terjadi di jalan-jalan berbatunya

Ketika sampai, Kami disambut gelombang murabithin yang baru selesai melaksanakan shiftnya dan hendak pulang. Para komandan pos sejenak bertukar informasi, Apa yang terjadi sebelum kami datang dirincikan kejadiannya. Yang membuat saya makin merinding, Malam sebelumnya, Beberapa sniper dan pasukan khusus rezim berhasil menerobos pertahanan lalu memberondongkan peluru, Persis di pos kami !

Detik-detik selanjutnya kekhawatiran kami bertambah ketika tak lama, 400 meter di depan, Dari puncak bukit, Nushairiah menghajar pos-pos ribath dengan mortir dan rentetan BKC ! Baku tembak sengit segera terjadi ! Pos Turkistani yang paling mengerikan karena berupa dataran dan cuma 5 menit jalan kaki dari posisi lawan berkali-kali dihantam mortir, Standar umum membongkar pertahanan lawan. Maka ga pake lama, Saling bunuh jarak dekat antara pasukan Nushairiah yang putus asa bertahun-tahun gagal, Melawan Turkistani yang setiap mereka adalah singa, Menyata di gunung itu !

Yang membuat bulu kuduk setiap pemberani di gunung itu merinding, Dan menambah kekaguman pada bangsa putih sipit itu adalah Turkistani tidak pernah meminta bantuan dari pos lainnya ketika diserang ! Mereka hadapi sendiri semua musuhnya sampai mati ! Kalau di gunung itu ada yang berperang untuk mati, Mereka adalah Turkistani !

"Bersambung"
----------------------------------------------------

Rek Donasi Suriah dan Rohingya

Suriah
- MANDIRI : 900 0019 330 720 a.n IKRIMAH (Kcp. Katamso, Yogyakarta)
- BCA : 1691 967 749 a.n IKRIMAH (Kcu. Ahmad Dahlan, Yogyakarta)
- BRI : 0029 0110 999 7500 a.n IKRIMAH (Kcu. Cik Ditiro, Yogyakarta)
- BNI : 0317 563 523 a.n IKRIMAH (Kcp. Parang Tritis, Yogyakarta)

Rohingya
BRI : 0178 0100 6069 504 a.n Said Anshar

JazakumUllah khairal jaza
Allah Yubaarik fiikum wa fii maalikum

0 Response to "Semalam di Medan Ribath "

Posting Komentar