Fathi Yazid Attamimi
18 Agustus 2015
--------------------------------------------------
Dulu zaman khalifah Umar Ibn Khattab terjadi peperangan antara pasukan Islam melawan Persia. Pertempuran sengit terjadi beberapa kali hingga tibalah penentuan. Gerbang Persia tersedia di depan mata, Hanya perlu sekali pertempuran lagi untuk memasukinya !
Seluruh Shahabat dan Tabi'in berbondong-bondong menyambut seruan agung tersebut. Mereka mempersiapkan perlengkapan sebisa-bisa. Para petarung mengasah pedang, Pemanah membetulkan tali busur, Pelempar tombak mengukur kembali kekuatan lengannya, Dan orang-orang kaya membuka brankas uang mereka. Seluruh jiwa raga dan harta tercurah demi membela agama Allah dan Rasul-Nya !
Suasana di tenda khalifah sendiri tengah mencekam, Strategi sedang disusun, Dan informasi intelejen terus berdatangan. Diatas kertas, Kaum muslimin kalah telak ! Meski demikian optimisme tetap terpancar dari jiwa-jiwa yang besar...
Mendadak datang seorang buta mengetuk pintu tenda, Berharap menemui sang khalifah, Beliau mau mengadukan komandan militer yang melarangnya ikut berperang !
Sang khalifah heran, Apa yang hendak dilakukan orang buta ini dalam pertempuran ? Apa ga tambah repot nantinya pasukan kalau ketempuhan satu anggota yang kemana-mana dan ngapa-ngapain mesti dituntun ?! Tapi sebagai khalifah yang terkenal keras terhadap kafir dan lemah lembut kepada sesama muslim, Beliau menerima orang buta yang pemberani itu dengan baik, Menanyakan tujuannya dan berdiskusi
- Ya akhi, Apa yang hendak engkau adukan padaku ? Barangkali aku bisa membantumu...
+ Jadi begini khalifah, Aku mau ikut perang, Tapi dilarang sama komandan militermu !
- O ya ? Apa alasan beliau melarangmu ?
+ Katanya ga ada perintah dalam Al-Qur'an bagi orang sepertiku untuk berjihad ! Bahkan aku diberi udzur oleh Allah !
- Oh ya... Memang betul demikian akhi, Ga ada ayat dan hadits yang memerintahkanmu untuk berjihad, Bahkan ada udzur buatmu...
+ Sebentar ya khalifah ! Tapi bukankah tidak ada juga larangannya bagi orang sepertiku untuk berjihad ?!
Khalifah terdiam... Ini bukan sembarang orang buta... Ini orang buta yang hatinya Allah beri penglihatan dan mampu melihat lebih jelas dari orang yang melek !
- Baiklah kalau begitu saudaraku...
Tapi apa yang hendak engkau perbuat di medan perang ? Apa ga akan merepotkan rekan-rekanmu nantinya ?
Dengan penuh semangat, Orang buta tersebut menjawab. Satu celah telah ia dapatkan. Kalau jawabannya tepat, Maka insyaAllah ia akan turut serta dalam jihad fiisabiilIllah ini !
+ Ya khalifah ! Paling tidak ada dua hal yang bisa aku lakukan :
Pertama, Aku bisa sekedar menambah jumlah pasukan. Karena 5 orang lebih banyak dari 4 orang, Dan 6 orang lebih banyak dari 5 orang !
Kedua, Aku bisa memegangi panji peperangan, Karena hal tersebut tidak butuh mata untuk melihat. Dan karena aku buta tentu aku tidak akan lari !
Mendengar jawaban sang buta, Khalifah kontan menangis. Terharu oleh semangat beliau, Dan merasa terbakar oleh kondisi beliau yang buta tapi tetap bertekad menyertai pasukan kaum muslimin kemanapun perginya
Pertempuran Qadisiyyah berlangsung sengit, Amat sengit. Saking sengitnya belum pernah pasukan kaum muslimin mengalaminya !
Tiga hari tiga malam perang berkobar, Ganti berganti kedua pasukan mendominasi jalannya baku sabet pedang. Teriakan Allahu Akbar dari lisan-lisan pedang Allah ditimpali jerit ketakutan para majusi penyembah api yang melihat ajalnya mendekat. Sedangkan orang-orang beriman, Allah tunjukkan bagi mereka kenikmatan surga sebelum kematian mereka yang indah...
Ketika perang usai, Sang buta ditemukan tergeletak bercucuran darah. Panji yang dipercayakan dipundaknya masih teguh beliau peluk sepenuh hati. Seperti pelukan rindu seorang ibu pada anaknya
Kaum muslimin hari itu berduka. Kehilangan wakil RasulUllah bila beliau meninggalkan kota Madinah. Muadzin kedua setelah Bilal ibn Rabah, Dan sebab turunnya surat A'basa
Ya betul, Seluruh muslimin hari itu dan sampai hari ini, Termasuk saya sendiri ketika menulis kisah ini, Berduka. Ga kerasa airmata mengalir, Merasakan kehilangan seorang Abdullah ibn Ummi Maktum. Orang buta yang semangat jihadnya membuat malu kita semua...
Mau mengikuti jejak beliau ?
Ingat, Like dan share saja ga akan menjadikan kita mujahid. Akan tetapi "Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, DAN BERJIHADLAH KAMU DENGAN HARTA SERTA DIRIMU DI JALAN ALLAH. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui"
(At-Taubah : 41)
---------------------------------------------------
Mari mendonasikan harta kita. Semoga dengan demikian Allah hitung kita sebagai mujahid, Dan menjadikan kita sebagai orang yang jujur dalam niat, Perkataan dan perbuatan
Rek Donasi Suriah dan Rohingya
Suriah (Umum)
- MANDIRI 900 0019 330 720 (Kcp. Katamso, Yogyakarta)
- BCA 1691 967 749 (Kcu. Ahmad Dahlan, Yogyakarta)
- BRI 0029 0110 999 7500 (Kcu. Cik Ditiro, Yogyakarta)
- BNI 0317 563 523 (Kcp. Parang Tritis, Yogyakarta)
Semua atas nama IKRIMAH
- Konfirmasi : Ikrimah 081809406405
Suriah (Khusus kurban)
Perekor domba gemuk besar 250 USD, Sapi 2.000 USD
- BCA 0201251621 (KCP Teluk Betung Lampung)
- MANDIRI 114 000 511 3413 (KC Bandar Lampung)
- BRI 5590-01-010972-53-8 (unit Bandar Agung Lampung)
Semua atas nama DIMAS ADITYO
- Konfirmasi : Dimas Adityo 085758894656
Rohingya
BRI : 0178 0100 6069 504 a.n Said Anshar
JazakumUllah khairal jaza
Allah Yubaarik fiikum wa fii maalikum
18 Agustus 2015
--------------------------------------------------
Dulu zaman khalifah Umar Ibn Khattab terjadi peperangan antara pasukan Islam melawan Persia. Pertempuran sengit terjadi beberapa kali hingga tibalah penentuan. Gerbang Persia tersedia di depan mata, Hanya perlu sekali pertempuran lagi untuk memasukinya !
Seluruh Shahabat dan Tabi'in berbondong-bondong menyambut seruan agung tersebut. Mereka mempersiapkan perlengkapan sebisa-bisa. Para petarung mengasah pedang, Pemanah membetulkan tali busur, Pelempar tombak mengukur kembali kekuatan lengannya, Dan orang-orang kaya membuka brankas uang mereka. Seluruh jiwa raga dan harta tercurah demi membela agama Allah dan Rasul-Nya !
Suasana di tenda khalifah sendiri tengah mencekam, Strategi sedang disusun, Dan informasi intelejen terus berdatangan. Diatas kertas, Kaum muslimin kalah telak ! Meski demikian optimisme tetap terpancar dari jiwa-jiwa yang besar...
Mendadak datang seorang buta mengetuk pintu tenda, Berharap menemui sang khalifah, Beliau mau mengadukan komandan militer yang melarangnya ikut berperang !
Sang khalifah heran, Apa yang hendak dilakukan orang buta ini dalam pertempuran ? Apa ga tambah repot nantinya pasukan kalau ketempuhan satu anggota yang kemana-mana dan ngapa-ngapain mesti dituntun ?! Tapi sebagai khalifah yang terkenal keras terhadap kafir dan lemah lembut kepada sesama muslim, Beliau menerima orang buta yang pemberani itu dengan baik, Menanyakan tujuannya dan berdiskusi
- Ya akhi, Apa yang hendak engkau adukan padaku ? Barangkali aku bisa membantumu...
+ Jadi begini khalifah, Aku mau ikut perang, Tapi dilarang sama komandan militermu !
- O ya ? Apa alasan beliau melarangmu ?
+ Katanya ga ada perintah dalam Al-Qur'an bagi orang sepertiku untuk berjihad ! Bahkan aku diberi udzur oleh Allah !
- Oh ya... Memang betul demikian akhi, Ga ada ayat dan hadits yang memerintahkanmu untuk berjihad, Bahkan ada udzur buatmu...
+ Sebentar ya khalifah ! Tapi bukankah tidak ada juga larangannya bagi orang sepertiku untuk berjihad ?!
Khalifah terdiam... Ini bukan sembarang orang buta... Ini orang buta yang hatinya Allah beri penglihatan dan mampu melihat lebih jelas dari orang yang melek !
- Baiklah kalau begitu saudaraku...
Tapi apa yang hendak engkau perbuat di medan perang ? Apa ga akan merepotkan rekan-rekanmu nantinya ?
Dengan penuh semangat, Orang buta tersebut menjawab. Satu celah telah ia dapatkan. Kalau jawabannya tepat, Maka insyaAllah ia akan turut serta dalam jihad fiisabiilIllah ini !
+ Ya khalifah ! Paling tidak ada dua hal yang bisa aku lakukan :
Pertama, Aku bisa sekedar menambah jumlah pasukan. Karena 5 orang lebih banyak dari 4 orang, Dan 6 orang lebih banyak dari 5 orang !
Kedua, Aku bisa memegangi panji peperangan, Karena hal tersebut tidak butuh mata untuk melihat. Dan karena aku buta tentu aku tidak akan lari !
Mendengar jawaban sang buta, Khalifah kontan menangis. Terharu oleh semangat beliau, Dan merasa terbakar oleh kondisi beliau yang buta tapi tetap bertekad menyertai pasukan kaum muslimin kemanapun perginya
Pertempuran Qadisiyyah berlangsung sengit, Amat sengit. Saking sengitnya belum pernah pasukan kaum muslimin mengalaminya !
Tiga hari tiga malam perang berkobar, Ganti berganti kedua pasukan mendominasi jalannya baku sabet pedang. Teriakan Allahu Akbar dari lisan-lisan pedang Allah ditimpali jerit ketakutan para majusi penyembah api yang melihat ajalnya mendekat. Sedangkan orang-orang beriman, Allah tunjukkan bagi mereka kenikmatan surga sebelum kematian mereka yang indah...
Ketika perang usai, Sang buta ditemukan tergeletak bercucuran darah. Panji yang dipercayakan dipundaknya masih teguh beliau peluk sepenuh hati. Seperti pelukan rindu seorang ibu pada anaknya
Kaum muslimin hari itu berduka. Kehilangan wakil RasulUllah bila beliau meninggalkan kota Madinah. Muadzin kedua setelah Bilal ibn Rabah, Dan sebab turunnya surat A'basa
Ya betul, Seluruh muslimin hari itu dan sampai hari ini, Termasuk saya sendiri ketika menulis kisah ini, Berduka. Ga kerasa airmata mengalir, Merasakan kehilangan seorang Abdullah ibn Ummi Maktum. Orang buta yang semangat jihadnya membuat malu kita semua...
Mau mengikuti jejak beliau ?
Ingat, Like dan share saja ga akan menjadikan kita mujahid. Akan tetapi "Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, DAN BERJIHADLAH KAMU DENGAN HARTA SERTA DIRIMU DI JALAN ALLAH. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui"
(At-Taubah : 41)
---------------------------------------------------
Mari mendonasikan harta kita. Semoga dengan demikian Allah hitung kita sebagai mujahid, Dan menjadikan kita sebagai orang yang jujur dalam niat, Perkataan dan perbuatan
Rek Donasi Suriah dan Rohingya
Suriah (Umum)
- MANDIRI 900 0019 330 720 (Kcp. Katamso, Yogyakarta)
- BCA 1691 967 749 (Kcu. Ahmad Dahlan, Yogyakarta)
- BRI 0029 0110 999 7500 (Kcu. Cik Ditiro, Yogyakarta)
- BNI 0317 563 523 (Kcp. Parang Tritis, Yogyakarta)
Semua atas nama IKRIMAH
- Konfirmasi : Ikrimah 081809406405
Suriah (Khusus kurban)
Perekor domba gemuk besar 250 USD, Sapi 2.000 USD
- BCA 0201251621 (KCP Teluk Betung Lampung)
- MANDIRI 114 000 511 3413 (KC Bandar Lampung)
- BRI 5590-01-010972-53-8 (unit Bandar Agung Lampung)
Semua atas nama DIMAS ADITYO
- Konfirmasi : Dimas Adityo 085758894656
Rohingya
BRI : 0178 0100 6069 504 a.n Said Anshar
JazakumUllah khairal jaza
Allah Yubaarik fiikum wa fii maalikum


0 Response to " Cuma Megangi Bendera ! "
Posting Komentar